Sman 1 Gresik Ikuti Sikap Jawa Timur 2026 Perkuat Karakter Dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan
- AdminKirin
- 22 September 2026
- 0
SMAN 1 Gresik Ikuti SIKAP Jawa Timur 2026, Perkuat Karakter dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Gresik — SMAN 1 Gresik turut berpartisipasi dalam kegiatan Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) Jawa Timur Tahun 2026 yang dilaksanakan secara serentak melalui platform Zoom oleh SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Jawa Timur.
Kegiatan SIKAP Jawa Timur 2026 menjadi salah satu bentuk nyata komitmen satuan pendidikan dalam mendukung penguatan ketahanan pangan melalui pendidikan yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Program ini sekaligus menjadi sarana bagi sekolah untuk menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan serta membangun kemandirian peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti rangkaian aktivitas yang meliputi penanaman, penaburan benih, dan panen secara serentak. Kegiatan ini diikuti oleh 754 sekolah di Jawa Timur dengan melibatkan sebanyak 110.481 guru, murid, dan anggota pramuka.
SMAN 1 Gresik turut mengambil peran aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut. Melalui keterlibatan warga sekolah, kegiatan SIKAP diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga ketersediaan dan keberlanjutan pangan.
Partisipasi SMAN 1 Gresik juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan, memiliki semangat gotong royong, serta mampu mengembangkan sikap mandiri dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan SIKAP Jawa Timur 2026, SMAN 1 Gresik berkomitmen untuk terus mendukung gerakan ketahanan pangan berbasis sekolah. Edukasi dan praktik secara langsung diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun sejak dini.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, SMAN 1 Gresik terus mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan berkelanjutan.

